Yayasan Rumah Generasi Melakukan Penguatan Kelompok Kerja Inklusi di 10 Desa/Negeri Implementasi Program INKLUSI di Kota Ambon.
Data merupakan fondasi penting dalam mewujudkan pembangunan desa yang inklusif dan berkeadilan. Tanpa data yang akurat dan terpilah, kelompok rentan sering kali tidak terlihat dalam proses perencanaan dan pengambilan keputusan. Akibatnya, kebutuhan mereka tidak terakomodasi secara memadai dalam program dan kebijakan desa.
Karena itu, Pokja Inklusi perlu mendorong desa dalam penyediaan dan pemutakhiran data inklusif desa yang mencakup perempuan, anak, penyandang disabilitas, lanjut usia, keluarga miskin, serta kelompok rentan lainnya. Data tersebut tidak hanya berfungsi untuk memastikan ketepatan sasaran program perlindungan sosial, tetapi juga menjadi dasar dalam upaya pencegahan kekerasan, pengurangan risiko bencana, serta penyusunan strategi adaptasi terhadap dampak perubahan iklim. Dengan tersedianya data yang akurat, partisipatif, dan berkelanjutan, desa dapat merancang pembangunan yang lebih responsif terhadap kebutuhan seluruh warga dan memastikan bahwa tidak ada seorang pun yang tertinggal.
Berangkat dari kondisi tersebut, Forum Penguatan Pokja Inklusi diselenggarakan sebagai ruang pembelajaran, dialog, dan penguatan kapasitas bagi Pokja. Melalui forum ini, peserta diharapkan dapat meningkatkan pemahaman mengenai perlindungan sosial, pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak, serta strategi adaptasi dan mitigasi terhadap dampak perubahan iklim. Forum ini juga menjadi sarana untuk memperkuat jejaring, koordinasi, dan kolaborasi dalam mewujudkan komunitas yang inklusif, aman, tangguh, dan berkeadilan serta akan dilanjutkan dengan Penguatan Pokja di masing-masing Desa/Negeri.
Pada akhirnya, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat peran Pokja Inklusi sebagai agen perubahan di masyarakat yang aktif memperjuangkan hak-hak kelompok rentan, mendorong terciptanya lingkungan yang bebas dari kekerasan, memperluas akses terhadap perlindungan sosial, serta membangun ketahanan komunitas dalam menghadapi dampak perubahan iklim. Dengan demikian, tidak ada seorang pun yang tertinggal dalam proses pembangunan dan kehidupan bersama.
