Mision Trip Dusun Manggadua Negeri Saunulu Kecamatan Tehoru.
Tema Mentoring Time
‘’Karena kita buatan Allah diciptakan dalam Kristus Yesus. Untuk melakukan pekerjaan baik yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya (Efesus 2:10).’’
Mision Trip Negeri Saunulu Dusun manggadua, , Kabupaten Maluku Tengah Kecamatan Tehoru, merupakan Misi pertama Rumah Generasi di Tahun ini, dilakukan di dusun manggadua pada tanggal 25 -27 Februari 2022
Perjalanan untuk sampai disana menempuh jarak kurang lebih 3 jam, setelah tiba dari Ambon pukul 11.00 wit, kami beristirahat sebentar untuk makan siang, kemudian melanjutkan perjalanan dari masohi sekitar pukul 13.00 dan sampai di dusun Manggadua sekitar pukul 16.00 wit. Kami disambut oleh adik-adik Lumah Ajare dan masyarakat setempat dengan pemasangan kain berang yang disimbolkan sebagai lambang persaudaraan. Kami juga disambut dengan nyanyian manis dari adik-adik Lumah Ajare, ini adalah sepenggal lirik dari lagu yang dinyanyikan anak -anak “ Satu pung susah laeng bantu ale, sama-sama rasa ee, jangan simpan dalam hati sio, itu Tuhan punya mau.. Yang menabur dengan air mata, menuai dengan sukacita, asal kuat deng sombayang minta selalu ada penghiburan, manusia menyimpan dalam hati putusan ada di Tuhan”
Nyanyian ini adalah suara Tuhan untuk kami datang ke Negeri ini.
Kegiatan dimulai dengan mengajak adik-adik untuk perkenalan sambil bernyanyi bersama, lagu – lagu untuk menyemangati dan edukasi bagaimana mencuci tangan yang benar, serta bagian-bagian tubuh mana yang boleh disentuh, dan tidak boleh disentuh orang lain. Setelah itu adik-adik dibagi berdasarkan jenjang kelas
-Kelas Paud diberikan materi untuk melatih motorik dengan bagaimana membuat hewan-hewan dengan menggunakan kertas origami, dan pengenalan warna dengan bahasa inggris.
-Kelas SD diberikan materi tentang bahasa inggris yaitu pengenalan benda-benda disekitar, dan Jarimatika untuk dapat berhitung perkalian dengan gampang dan cepat
-Kelas SMP-SMA diberikan edukasi seks tentang masa pubertas dan kesehatan reproduksi, kenapa ini penting? Karena, untuk mempersiapkan mereka pada masa pubertas dan agar mereka lebih bertanggungjawab terhadap diri sendiri.
Kami mengutamakan belajar yang mudah dan menyenangkan, akhir dari pembelajaran ada waktu untuk bercerita dengan anak atau yang biasa kita sebut mentoring time yaitu penanaman nilai-nilai yang benar dan berdoa bagi mereka. Sebagai hadiah atau apresiasi untuk anak- anak kami memberikan botol air alasannya jarak dari tempat mereka ke sekolah kurang lebih 3km dan mereka selalu berjalan kaki , botol air menjadi penting untuk bekal mereka saat pulang sekolah berjalan naik ke gunung.
Di Hari kedua kami mengadakan sosialisasi untuk pencegahan perkawinan usia anak kepada masyarakat baik yang sudah menikah dan belum menikah . Penjelasan dampak negatif yang akan terjadi ketika menikah di usia anak , kami juga melakukan pengobatan gratis bagi masyarakat dusun manggadua.
Kutip kata-kata dari kk john pendiri Lumah ajare ‘’ kembali ke sumber” artinya lakukan apapun, kembalilah ke sumber, jangan jauh-jauh dari sumber”.
Ini hanya sedikit cerita tentang dusun manggadua yang bisa kami gambarkan tapi lebih dari pada itu mimpi masyarakat disana masih terus berlanjut.
Terima kasih yang sebesar besarnya kepada masyarakat dusun manggadua, kami disambut dan dijamu dengan sangat luar biasa . Terima kasih kk John dan teman-teman pengelola Lumah Ajare, Raja Negeri Saunulu, Ketua Majelis Jemaat saunulu , Ketua Saniri dan Pemuda dusun manggadua, Relawan, adik-adik dusun manggadua, untuk hati dan kepercayaannya kepada kami.
Terima kasih juga kepada bpk Deddy Pieterz dan Istri di Amahai yang selalu membuka pintu dan menyediakan apa yang kami butuhkan , terima kasih kami juga untuk semua keluarga serta donator yang selalu mendukung dan mendoakan kami. Tuhan yang adalah sumber berkat memberkati kita semua. Sampai jumpa di mission trip selanjutnya.






