Yayasan Rumah Generasi Melakukan diskusi bersama Media Sebagai Pilar Startegis dalam Memastikan dan Mengadvokasi Persoalan Perlindungan Sosial bagi Masayarakat Rentan.

September 26, 2026 0 Comments

Penggunaan data sosial ekonomi, termasuk pemeringkatan/desil dalam penentuan penerima manfaat, menjadi bagian penting dalam memastikan ketepatan sasaran. Namun demikian, realitas kehidupan masyarakat menunjukkan bahwa kemiskinan dan kerentanan tidak selalu dapat sepenuhnya direpresentasikan oleh angka atau peringkat desil. Perubahan kondisi ekonomi keluarga, disabilitas, usia lanjut, kehilangan pekerjaan, beban pengasuhan, kondisi rumah tangga perempuan, dampak bencana dan perubahan iklim, serta keterbatasan akses terhadap layanan dasar dapat menciptakan kerentanan yang bersifat dinamis.

Dalam konteks tersebut, inklusivitas perlu ditempatkan sebagai prinsip penting dalam penyelenggaraan perlindungan sosial. Sistem bansos perlu memastikan bahwa kelompok yang secara struktural lebih sulit mengakses layanan—termasuk perempuan, anak, penyandang disabilitas, lansia, keluarga miskin, masyarakat di wilayah terpencil, serta kelompok yang terdampak perubahan iklim dan bencana—tidak tertinggal dari proses pendataan maupun pelayanan.

Di sisi lain, media memiliki posisi strategis dalam ekosistem perlindungan sosial. Media bukan hanya berperan menyampaikan informasi mengenai program pemerintah kepada masyarakat, tetapi juga dapat menjadi ruang untuk menyuarakan pengalaman penerima manfaat, mengungkap kesenjangan pelayanan, memeriksa akurasi informasi, mengawal transparansi data dan kebijakan, serta mendorong pemerintah untuk melakukan perbaikan.

Pemberitaan mengenai bansos juga perlu bergerak dari sekadar pemberitaan mengenai “siapa menerima dan berapa jumlah bantuan” menuju pemberitaan yang lebih substantif: apakah masyarakat yang paling membutuhkan benar-benar terjangkau, apakah kelompok rentan memperoleh akses yang setara, bagaimana mekanisme pengaduan bekerja, dan apa yang perlu diperbaiki dalam kebijakan perlindungan sosial?

Karena itu, diperlukan ruang diskusi dan refleksi bersama media untuk membangun pemahaman bersama mengenai isu inklusivitas dan bansos sekaligus memperkuat peran media dalam mendorong perlindungan sosial yang lebih adil, transparan, akuntabel, dan responsif terhadap kerentanan masyarakat.

Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang pertukaran perspektif antara organisasi masyarakat sipil, pemerintah, media, dan pemangku kepentingan lainnya untuk mengidentifikasi tantangan, praktik baik, serta peluang kolaborasi dalam menghadirkan pemberitaan dan advokasi publik yang berperspektif inklusi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *