Pelatihan Desain Konten Media Sosial dengan AI Buka Peluang Kerja Inklusif bagi Disabilitas.
Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia melalui Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) bekerja sama dengan Yayasan Rumah Generasi menyelenggarakan Pelatihan Desain Konten Media Sosial dengan Artificial Intelligence (AI) pada 11–14 Agustus 2026. Kegiatan ini berlangsung di Kantor Yayasan Rumah Generasi
Pelatihan tersebut merupakan bagian dari kerja kolaboratif antara BPVP dan Yayasan Rumah Generasi dalam membuka ruang dan kesempatan yang lebih luas bagi disabilitas dengan berbagai ragam disabilitas untuk memperoleh akses terhadap pelatihan keterampilan dan peluang kerja.
Selama pelatihan, peserta diperkenalkan pada pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan untuk mendukung proses pembuatan desain dan konten media sosial. Keterampilan ini diharapkan dapat menjadi bekal bagi peserta dalam mengembangkan kemampuan di bidang desain dan produksi konten digital yang semakin dibutuhkan di dunia kerja.
Dalam kerja sama tersebut, BPVP berperan sebagai penyedia layanan pelatihan dengan memfasilitasi modul pembelajaran serta instruktur yang kompeten di bidangnya. Sementara itu, Yayasan Rumah Generasi memberikan dukungan melalui penyediaan data disabilitas usia kerja, fasilitasi tempat pelaksanaan kegiatan, serta pendampingan selama proses pelatihan berlangsung. Dukungan juga diberikan melalui penyediaan Juru Bahasa Isyarat (JBI) bagi peserta dengan disabilitas sensorik, khususnya peserta tuli.
Kolaborasi ini menjadi salah satu bentuk upaya bersama untuk menciptakan ekosistem pelatihan yang lebih inklusif. Melalui kesempatan yang setara untuk mengikuti pelatihan,disabilitas diharapkan dapat mengembangkan potensi dan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Pemanfaatan AI dalam desain konten juga memberikan peluang baru bagi peserta untuk menghasilkan karya secara lebih kreatif dan efisien. Keterampilan tersebut tidak hanya dapat menjadi bekal untuk bekerja di perusahaan maupun lembaga, tetapi juga berpotensi dikembangkan sebagai keterampilan untuk bekerja secara mandiri atau membuka peluang usaha di bidang digital.
Instruktur BPVP, Mansye Ferdinandus, menyampaikan apresiasinya terhadap proses pelatihan dan kerja sama yang terbangun bersama Yayasan Rumah Generasi.
“Saya sangat senang bisa bekerja sama dengan Rumah Generasi selama empat hari dan bertemu dengan teman-teman disabilitas. Dengan keunikan yang mereka miliki, saya merasa istimewa karena bisa memberikan sesuatu yang berharga bagi mereka. Saya melihat mereka sangat baik, kehadirannya luar biasa, dan mereka mampu bekerja sama serta berempati satu sama lain.”
Menurut Mansye, meskipun selama proses pembelajaran terdapat berbagai penyesuaian, peserta tetap menunjukkan semangat dan kemampuan untuk berkembang.
“Walaupun dalam prosesnya ada penyesuaian, tetapi ada nilai-nilai berarti yang mereka tunjukkan, ada kemampuan yang bertambah, dan ada keterampilan yang mereka miliki.’’
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Rumah Generasi yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan selama empat hari.
“Secara khusus, kami berterima kasih kepada Rumah Generasi yang telah menyediakan waktu, tempat, dan semangat yang baik bagi kami maupun teman-teman disabilitas. Saya percaya 4 hari ini akan memberikan nilai bagi mereka dan menjadi pengalaman yang akan mereka ingat. Semoga ilmu yang diperoleh dapat membuat mereka semakin yakin bahwa mereka tidak sendiri, mereka memiliki kemampuan, dan kita semua harus mendukung mereka untuk terus maju.”
Pelatihan ini diharapkan tidak berhenti pada peningkatan keterampilan teknis semata, tetapi menjadi bagian dari proses membuka akses yang lebih luas bagi penyandang disabilitas untuk memasuki dunia kerja, mengembangkan kemandirian ekonomi, serta berpartisipasi secara setara dalam perkembangan ekonomi digital.
Salah satu peserta disabilitas fisik, Firman Lussy, menyampaikan bahwa pelatihan seperti ini perlu terus dilaksanakan bagi penyandang disabilitas. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi teman-teman disabilitas untuk belajar, mengembangkan keterampilan, sekaligus melihat adanya peluang untuk terus berkembang.
Kerja sama antara BPVP dan Yayasan Rumah Generasi menunjukkan bahwa pelatihan vokasi yang inklusif dapat menjadi salah satu ruang strategis untuk memastikan disabilitas memperoleh kesempatan yang sama dalam mengembangkan potensi, keterampilan, dan masa depan kerja mereka.
